BONDOWOSO, TAPALKUDA POST
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap visi dan misi Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui dorongan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar bekerja lebih adaptif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menerjemahkan arah pembangunan daerah ke dalam kinerja nyata.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah gerakan toilet bersih di lingkungan sekolah. Program ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bondowoso yang menempatkan keimanan dan ketakwaan sebagai salah satu tema utama.
Zudan menegaskan, kebersihan tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan sarana dan prasarana, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya pelayanan yang baik.
“Ini salah satu kebijakan dari kami untuk mewujudkan visi-misi Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Salah satu tema besarnya adalah keimanan dan ketakwaan. Kita tahu, kebersihan adalah bagian dari keimanan,” ujar Zudan,di Pendopo Bagus Asra Bondowoso ,Jum’at 23/10/2026.
Menurut dia, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dapat dimulai dari fasilitas dasar yang digunakan masyarakat setiap hari, termasuk toilet di sekolah. Jika dilaksanakan secara konsisten, program tersebut tidak hanya mendukung kebersihan lingkungan pendidikan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup bersih di kalangan peserta didik.
“Nah, kalau bisa semua toilet di Bondowoso ini bersih, ini sudah mencerminkan bagian dari visi-misi Pak Bupati. Kita awali dari sekolah negeri: SD, SMP, dan TK yang menjadi kewenangan Pak Bupati,” katanya.
Meski demikian, Zudan menegaskan bahwa program toilet bersih merupakan salah satu contoh konkret dari agenda yang lebih luas, yakni membangun aparatur yang mampu menerjemahkan visi kepemimpinan daerah menjadi pelayanan publik yang berkualitas.
ASN Menjadi Penggerak Pelayanan Publik
Zudan menilai, keberhasilan program pembangunan daerah sangat ditentukan oleh peran ASN sebagai penggerak utama birokrasi. Karena itu, perubahan pola pikir, kemampuan beradaptasi, dan orientasi pelayanan harus menjadi perhatian dalam pembinaan aparatur.
Ia mendorong ASN agar tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga mampu memahami kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik.
“Tema besarnya adalah kami memotivasi para ASN untuk berpikir adaptif, berorientasi melayani dengan peningkatan kualitas layanan publik. Ini kita sentuh dari ASN-nya dulu. Karena penggerak pelayanan itu para ASN,” tegasnya.
Zudan juga menyatakan bahwa BKN memberikan perhatian terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Menurut dia, potensi aparatur daerah perlu digerakkan secara bersama-sama agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemerintah pusat mendukung penuh visi-misi Bupati Bondowoso. Epicenter-nya itu di ASN. ASN kita di sini 12.500. Kalau ini bergerak bersama memberikan pelayanan publik yang maksimal, ini bagus sekali,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menempatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sebagai salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pembangunan. Jumlah ASN yang besar, menurut arah penjelasan itu, perlu diikuti kesamaan orientasi kerja, disiplin, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, pembenahan birokrasi tidak cukup dilakukan melalui kebijakan administratif semata. Perubahan perilaku kerja dan konsistensi dalam memberikan pelayanan juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Program Toilet Bersih Ditargetkan Diluncurkan Desember
Sementara itu, Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa program toilet bersih akan diprioritaskan terlebih dahulu di lingkungan sekolah, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Bupati, Dinas Pendidikan telah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti program tersebut. Pemerintah daerah juga mengupayakan agar peluncuran program dapat dilaksanakan pada Desember 2026.
“Yang toilet bersih itu kan prioritas di sekolah dulu, SLTP, SD. Tadi Kepala Dinas Pendidikan sudah berkomitmen untuk melakukan program itu. Kita upayakan Desember sudah bisa kita launching,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Pernyataan Bupati tersebut menunjukkan bahwa program toilet bersih diarahkan untuk dimulai dari lingkungan pendidikan sebelum diperluas sesuai kebutuhan dan kebijakan pemerintah daerah.
Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun budaya hidup bersih karena peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membentuk kebiasaan melalui lingkungan sehari-hari. Toilet yang bersih, terawat, dan layak digunakan merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Namun, keberhasilan program ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh peluncurannya. Ketersediaan air bersih, sarana sanitasi yang memadai, pemeliharaan rutin, serta keterlibatan warga sekolah menjadi aspek penting agar kebersihan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Dukungan Harus Berujung pada Pelayanan Nyata
Dukungan Kepala BKN terhadap visi dan misi Bupati Bondowoso memperlihatkan pentingnya keterkaitan antara pembinaan ASN dan pelaksanaan program pembangunan daerah. ASN menjadi unsur yang menjalankan kebijakan sekaligus berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, dorongan agar aparatur bekerja adaptif dan berorientasi pada pelayanan perlu diterjemahkan ke dalam tindakan yang terukur, baik dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan maupun pelayanan di sektor pendidikan.
Program toilet bersih dapat menjadi salah satu contoh penerapan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain mendorong lingkungan sekolah yang lebih sehat, program tersebut dapat menjadi sarana membangun disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas bersama.
Di sisi lain, target peluncuran pada Desember 2026 perlu diikuti kesiapan teknis dan mekanisme pemeliharaan agar program tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan fasilitas yang dibenahi benar-benar bersih, berfungsi, dan layak digunakan.
Dalam kesempatan tersebut, Zudan turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bondowoso melalui penghargaan Bupati Humanis Leader Award yang pertama di Indonesia.
Dukungan terhadap visi dan misi daerah, pada akhirnya, diharapkan tidak hanya menjadi pernyataan, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Bondowoso.